Sabtu, 29 Maret 2014

DROPBOX


DropBox
Dibuat untuk bahan tugas kuliah STMIK Mercusuar
Mata Kuliah Sistem Client server



1.Pengertian DropBox
Dropbox adalah sebuah layanan cloud yang memberi akses kepada kita untuk menyimpan gambar, dokumen, musik, video, dan file lainnya. Dan setiap file yang terkoneksi akan otomatis terhubung dengan komputer, ponsel, atau device lainnya yang sama – sama memakai aplikasi ini.
Sistem kerjanya begini, dengan dropbox kita bisa menyimpan file yang sudah kita buat sebelumnya tanpa harus membawanya lewat flashdisk. Jadi setiap file yang kita simpan di dropbox, otomatis file tersebut tersebar ke komputer/gadget kita yang memakai dropbox juga. Syarat pertama untuk memulainya anda harus memiliki akun terlebih dahulu.

Bagaimana Cara mengaplikasiinnya ??
Pertama-tama kudu di Instal dulu program dropbox tersebut setelah berhasil menginstall, kita bisa menambahkan folder dan berbagi dengan teman Anda tanpa harus melakukan cara yang rumit. Kita hanya perlu invite email/ username teman ke folder kita, lalu file yang kita simpan di folder tersebut akan otomatis ada di komputer teman Anda. Dengan syarat teman anda memakainya dan Koneksi dengan Internet.
Untuk berbagi folder caranya, login ke website Dropbox. Lalu anda buat sebuah folder di sana, maka folder akan otomatis ada di komputer Anda yang memakainya juga. Klik kanan folder itu maka akan ada beberapa pilihan, pilih Shared folder options. Masukan email teman Anda dan begitu teman anda menyetujuinya maka Anda sudah tersinkronisasi dengan teman Anda.
Lalu bagaimana caranya untuk berbagi file tanpa harus share folder, seperti mediafire lah? hebatnya Dropbox bisa melakukan itu tanpa kita harus login ke website, men-upload, dan dan meng-copy link. Dan orang yang men-download pun bisa mendownload-nya secara langsung (direct). Caranya, kita tinggal letakkan file kita di folder Public. Lalu kita klik kanan file yang simpan dan pilih Dropbox > Copy public link.
Dengan menyimpan file kita di Dropbox, kita tidak perlu khawatir lagi jika hardisk kita tiba-tiba rusak. Dropbox menjamin bahwa file yang disimpan di sana akan tetap aman. Yang paling hebat, terdapat fasilitas undo untuk mengatasi bila mana file yang Anda simpan tidak sengaja terhapus.

Sekian dan terimakasih semoga bermanfaat bagi kita semua.......
Referensi dari ilmu komputer.com

CLIENT SERVER

CLIENT SERVER
Dibuat untuk bahan tugas kuliah STMIK Mercusuar
Mata Kuliah Sistem Client server

1.Pengertian Client Server
Client merupakan sembarang sistem atau proses yang melakukan suatu permintaan data atau layanan ke server sedangkan server ialah, sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta olehclient.
Client-Server adalah pembagian kerja antara server dan client yg mengakses server dalam suatu jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan.
Sistem client server didefinisikan sebagai sistem terdistribusi, tetapi ada beberapa perbedaan karakteristik yaitu :

1.  Servis (layanan)
•  Hubungan antara proses yang berjalan pada mesin yang berbeda
•  Pemisahan fungsi berdasarkan ide layanannya
•  Server sebagai provider, client sebagai konsumen
2.  Sharing resources (sumber daya): Server bisa melayani beberapa client pada waktu yang sama, dan meregulasi akses bersama untuk share sumber daya dalam menjamin konsistensinya.
3.  Asymmetrical protocol (protokol yang tidak simetris ): Many-to-one relationship antara client dan server.Client selalu menginisiasikan dialog melalui layanan permintaan, dan server menunggu secara pasif request dari client.
4.  Transparansi lokasi: Proses yang dilakukan server boleh terletak pada mesin yang sama atau pada mesin yang berbeda melalui jaringan.Lokasi server harus mudah diakses dari client.
5.  Mix-and-Match : Perbedaan server client platforms
6.  Pesan berbasiskan komunikasi; Interaksi server dan client melalui pengiriman pesan yang menyertakan permintaan dan jawaban.

7.  Pemisahan interface dan implementasi: Server bisa diupgrade tanpa mempengaruhi client selama interface pesan yang diterbitkan tidak berubah.
•           Client Server System
•           Client / Server Application

2.Perbedaan Tipe Client-Server
1. File Servers
•           File server vendors mengklaim bahwa mereka pertama menemukan istilah     client-server.
•           Untuk sharing file melalui jaringan
2. Database Servers
•           Client mengirimkan SQL requests sebagai pesan pada database server,selanjutnya hasil perintah SQL dikembalikan.
•           Server menggunakan kekuatan proses yang diinginkan untuk menemukan data yang diminta dan kemudian semua record dikembalikan pada client.
3. Transaction Servers (Transaksi Server)
•           Client meminta remote procedures yang terletak pada server dengan sebuah SQL database engine.
•           Remote procedures ini mengeksekusi sebuah grup dari SQL statement
•           Hanya satu permintaan / jawaban yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi
4. Groupsware Servers
•           Dikenal sebagai Computer-supported cooperative working
•           Manajemen semi-struktur informasi seperti teks, image, , bulletin boards dan aliaran kerja
•           Data diatur sebagai dokumen
5. Object Application Servers
•           Aplikasi client/server ditulis sebagai satu set objek komunikasi
•           Client objects berkomunikasi dengan server objects melalui Object Request Broker (ORB)
•           Client meminta sebuah method pada remote object
6. Web Application Servers (Aplikasi Web Servers)
•           World Wide Web adalah aplikasi client server yang pertama yang digunakan untuk web.
•           Client dan servers berkomunikasi menggunakan RPC seperti protokol yang disebut HTTP.

3.Fungsi client server

Dalam konteks basis data, client mengatur interface berfungsi sebagai workstation tempat menjalankan aplikasi basis data. Client menerima permintaan pemakai, memeriksa sintaks dan generate kebutuhan basis data dalam SQL atau bahasa yang lain. Kemudian meneruskan pesan ke server, menunggu response dan bentuk response untuk pemakai akhir. Server menerima dan memproses permintaan basis data kemudian mengembalikan hasil ke client.
Proses-proses ini melibatkan pemeriksaan autorisasi, jaminan integritas, pemeliharaan data dictionary dan mengerjakan query serta proses update. Selain itu juga menyediakan kontrol terhadap concurrency dan recovery.

Ada beberapa keuntungan jenis arsitektur ini adalah :
•   Memungkinkan akses basis data yang besar
•   Menaikkan kinerja
•   Jika client dan server diletakkan pada komputer yang berbeda kemudian CPU yang berbeda dapat memproses aplikasi secara paralel. Hal ini mempermudah merubah mesin server jika hanya memproses basis data.
•   Biaya untuk hardware dapat dikurangi
•  Hanya server yang membutuhkan storage dan kekuatan proses yang cukup untuk menyimpan dan mengatur basis data
•   Biaya komunikasi berkurang
•  Aplikasi menyelesaikan bagian operasi pada client dan mengirimkan hanya bagian yang dibutuhkan untuk akses basis data melewati jaringan, menghasilkan data yang sedikit yang akan dikirim melewati jaringan
•   Meningkatkan kekonsistenan
•  Server dapat menangani pemeriksaan integrity sehingga batasan perlu didefinisikan     dan validasi hanya di satu tempat, aplikasi program mengerjakan pemeriksaan sendiri
•  Map ke arsitektur open-system dengan sangat alami


Berikut ini adalah ringkasan fungsi client-server

Client
• Mengatur user interface
• Menerima dan memeriksa sintaks input dari pemakai
• Memproses aplikasi
• Generate permintaan basis data dan memindahkannya ke server
• Memberikan response balik kepada pemakai
• Menyediakan akses basis data secara bersamaan
• Menyediakan kontrol recovery
Server
• Menerima dan memproses basis data yang diminta dari client
• Memeriksa autorisasi
• Menjamin tidak terjadi pelanggaran terhadap integrity constraint
• Melakukan query/pemrosesan update dan memindahkan response ke client
• Memelihara data dictionary

Aplikasi client server
Istilah arsitektur mengacu pada desain sebuah aplikasi, atau dimana komponen yang membentuk suatu system ditempatkan dan bagaimana mereka berkomunikasi.


Macam-macam arsitektur aplikasi Client-Server beserta kelebihan dan kekurangannya yaitu:

1. Standalone (one-tier)

Pada arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Kode aplikasi, data dan semua komponen sistem ditempatkan dan dijalankan pada host. Walaupun computer client dipakai untuk mengakses mainframe, tidak ada pemrosesan yang terjadi pada mesin ini, dan karena mereka “dump- client” atau “dump-terminal”. Tipe model ini, dimana semua pemrosesan terjadi secara terpusat, dikenal sebagai berbasis-host. Sekilas dapat dilihat kesalahan pada model ini. Ada dua masalah pada komputasi berbasis host: Pertama, semua pemrosesan terjadi pada sebuah mesin tunggal, sehingga semakin banyak user yang mengakses host, semakin kewalahan jadinya. Jika sebuah perusahaan memiliki beberapa kantor pusat, user yang dapat mengakses mainframe adalah yang berlokasi pada tempat itu, membiarkan kantor lain tanpa akses ke aplikasi yang ada.
Pada saat itu jaringan sudah ada namun masih dalam tahap bayi, dan umumnya digunakan untuk menghubungkan terminal dump dan mainframe. Namun keterbatasan yang dikenakan pada user mainframe dan jaringan telah mulai dihapus.

Keuntungan arsitektur standalone (one-tier):
•  Sangat mudah
•  Cepat dalam merancang dan mengaplikasikan


Kelemahan arsitektur standalone (one-tier):
•   Skala kecil
•   Susah diamankan
•  Menyebabkan perubahan terhadap salah satu komponen diatas tidak mungkin                                                    dilakukan, karena akan mengubah semua bagian.
•   Tidak memungkinkan adanya re-usable component dan code.
•   Cepat dalam merancang dan mengaplikasikan


2. Client/Server (two tier)

Dalam model client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyakclient dan sebuah server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan.
Aplikasi ditempatkan pada computer client dan mesin database dijalankan pada server jarak-jauh. Aplikasi client mengeluarkan permintaan ke database yang mengirimkan kembali data ke client-nya.
Model Two-tier terdiri dari tiga komponen yang disusun menjadi dua lapisan : client (yang meminta serice) dan server (yang menyediakan service).

Tiga komponen tersebut yaitu :
1. User Interface. Adalah antar muka program aplikasi yang berhadapan dan digunakan langsung oleh user.
2. Manajemen Proses.
3. Database. Model ini memisahkan peranan user interface dan database dengan jelas, sehingga terbentuk dua lapisan.

Kelebihan dari model client/server
• Mudah
• Menangani Database Server secara khusus
• Relatif lebih sederhana untuk di develop dan diimplementasikan.
• Lebih cocok diterapkan untuk bisnis kecil.

Server database berisi mesin database, termasuk tabel, prosedur tersimpan, dan trigger (yang juga berisi aturan bisnis). Dalam system client/server, sebagian besar logika bisnis biasanya diterapkan dalam database.



Server database manangani :

• Manajemen data
• Keamanan
• Query, trigger, prosedur tersimpan
• Penangan kesalahan

Arsitektur client/server merupakan sebuah langkah maju karena mengurangi beban pemrosesan dari komputer sentral ke computer client. Ini berarti semakin banyak user bertambah pada aplikasi client/server, kinerja server file tidak akan menurun dengan cepat. Dengan client/server user dair berbagai lokasi dapat mengakses data yang sama dengan sedikit beban pada sebuah mesin tunggal.
Namun masih terdapat kelemahan pada model ini. Selain menjalankan tugas-tugas tertentu, kinerja dan skalabilitas merupakan tujuan nyata dari sebagian besar aplikasi.

Kekurangan dari model client/server :

•   Kurangnya skalabilitas
•   Koneksi database dijaga
•   Tidak ada keterbaharuan kode
•  Tidak ada tingkat menengah untuk menangani keamanan dan transaksi skala kecil.
•   Susah di amankan.
•   Lebih mahal.

3. Three Tier
Arsitektur Three Tier merupakan inovasi dari arsitektur Client Server. Pada arsitektur Three Tier ini terdapat Application Server yang berdiri di antara Client dan Database Server. Contoh dari Application server adalah IIS, WebSphere, dan sebagainya.

Application Server umumnya berupa business process layer, dimana bisa didevelop menggunakan PHP, ASP.Net, maupun Java. Sehingga kita menempatkan beberapa business logic kita pada tier tersebut. Arsitektur Three Tier ini banyak sekali diimplementasikan dengan menggunakan Web Application. Karena dengan menggunakan Web Application, Client Side (Komputer Client) hanya akan melakukan instalasi Web Browser. Dan saat komputer client melakukan inputan data, maka data tersebut dikirimkan ke Application Server dan diolah berdasarkan business process-nya. Selanjutnya Application Server akan melakukan komunikasi dengan database server.
Biasanya, implementasi arsitektur Three Tier terkendala dengan network bandwidth. Karena aplikasinya berbasiskan web, maka Application Server selalu mengirimkan Web Application-nya ke computer Client. Jika kita memiliki banyak sekali client, maka bandwidth yang harus disiapkan akan cukup besar, Sedangkan network bandwidth biasanya memiliki limitasi. Oleh karena itu biasanya, untuk mengatasi masalah ini, Application Server ditempatkan pada sisi client dan hanya mengirimkan data ke dalam database server. Konsep model three-tier adalah model yang membagi fungsionalitas ke dalam lapisan-lapisan, aplikasiaplikasi mendapatkan skalabilitas, keterbaharuan, dan keamanan.

Kelebihan arsitektur Three Tier :
•  Segala sesuatu mengenai database terinstalasikan pada sisi server, begitu pula dengan pengkonfigurasiannya. Hal ini membuat harga yang harus dibayar lebih kecil.
•  Apabila terjadi kesalahan pada salah satu lapisan tidak akan menyebabkan lapisan lain ikut salah
•  Perubahan pada salah satu lapisan tidak perlu menginstalasi ulang pada lapisan yang lainnya dalam hal ini sisi server ataupun sisi client.
•   Skala besar.
•   Keamanan dibelakang firewall.
•   Transfer informasi antara web server dan server database optimal.
•   Komunikasi antara system-sistem tidak harus didasarkan pada standart internet, tetapi dapat menggunakan protocol komunikasi yang lebvih cepat dan berada pada tingkat yang lebih rendah.
•  Penggunaan middleware mendukung efisiensi query database dalam SQL di pakai untuk menangani pengambilan informasi dari database.



Kekurangan arsitekture Three Tier :
• Lebih susah untuk merancang
• Lebih susah untuk mengatur
• Lebih mahal

4. Multi Tier
Arsitektur Multi Tier adalah suatu metode yang sangat mirip dengan Three Tier. Bedanya, pada Multi Tier akan diperjelas bagian UI (User Interface) dan Data Processing. Yang membedakan arsitektur ini adalah dengan adanya Business Logic Server. Database Server dan Bussines Logic Server merupakan bagian dari Data Processing, sedangkan Application Server dan Client/Terminal merupakan bagian dari UI. Business Logic Server biasanya masih menggunakan bahasa pemrograman terdahulu, seperti COBOL. Karena sampai saat ini, bahasa pemrograman tersebut masih sangat mumpuni sebagai business process.
Multi-tier architecture menyuguhkan bentuk three – tier yang diperluas dalam model fisik yang terdistribusi. Application server dapat mengakses Application server yang lain untuk mendapat data dari Data server dan mensuplai servis ke client Application.
Kelebihan arsitektur Multi tier :

•  Dengan menggunakan aplikasi multi-tier database, maka logika aplikasi dapat dipusatkan pada middle-tier, sehingga memudahkan untuk melakukan control terhadap client-client yang mengakses middle server dengan mengatur seting pada dcomcnfg.
• Dengan menggunakan aplikasi multi-tier, maka database driver seperti BDE/ODBC untuk mengakses database hanya perlu diinstal sekali pada middle server, tidak perlu pada masing-masing client.
•   Pada aplikasi multi-tier, logika bisnis pada middle-tier dapat digunakan lagi untuk mengembangkan aplikasi client lain,sehingga mengurangi besarnya program untuk mengembangkan aplikasi lain. Selain itu meringankan beban pada tiap-tiap mesin karena program terdistribusi pada beberapa mesin.
•  Memerlukan adaptasi yang sangat luas ruang lingkupnya apabila terjadi perubahan sistem yang besar.


Kekurangan arsitektur Multi tier :
•   Program aplikasi tidak bisa mengquery langsung ke database server, tetapi harus memanggil prosedur-prosedur yang telah dibuat dan disimpan pada middle-tier.
•   Lebih mahal

Keunggulan client server
• Kecepatan akses lebih tinggi
• Sistem keamanan & administrasi lebih baik
• Sistem backup data lebih baik

Kelemahan Client/Server
•   Biaya lebih mahal
•   Dibutuhkan komputer dengan spesifikasi khusus untuk menjadi server
•  Ketergantungan terhadap server, jika server terganggu maka keseluruhan jaringan terganggu


Client server local & secara geografis

Local Area Network (LAN)

Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server. Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai workstation maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation.


Client server lokal
Sedangkan LAN secara geografis maksudnya adalah local area network yang mencakup suatu gedung, bangunan dan lain-lain.
Manfaat LAN.
•  Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah (File Sharing).
•  Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua client (Printer Sharing).
•  File-file data dapat disimpan pada server, sehingga data dapat diakses dari semua client menurut otorisasi sekuritas dari semua karyawan, yang dapat dibuat berdasarkan struktur organisasi perusahaan sehingga keamanan data terjamin.
•  File data yang keluar/masuk dari/ke server dapat di kontrol.
•  Proses backup data menjadi lebih mudah dan cepat.
•  Resiko kehilangan data oleh virus komputer menjadi sangat kecil sekali.
•  Komunikasi antar karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan E-Mail & Chat.
•  Bila salah satu client/server terhubung dengan modem, maka semua atau sebagian komputer pada jaringan LAN dapat mengakses ke jaringan Internet atau mengirimkan fax melalui 1 modem.







Sekian dan terimakasih semoga bermanfaat bagi kita semua.......
Referensi dari ilmu komputer.com



Jumat, 21 Juni 2013

TUTORIAL Pemrograman WEB Dengan Php + ORACLE

                                                        TUTORIAL
Pemrograman WEB
Dengan
Php + ORACLE
                                                   Dibuat Sebagai Bahan Tugas Pemrograman WEB
         AMIEN A RAHMAN

Sekilas tentang  Aplikasi WEB Menggunakan PHP dan Oracle
Saat ini hampir semua aplikasi Web yang di kembangkan saat ini membutuhkan tekhnologi database untuk melakukan penyimpanan dan pengelolaan data yang di gunakan di dalam nya.PHP memberikan dukungan terhadap banyak database,baik yang bersifat komersial atau pun yang tidak,termasuk Oracle.
Di indonesia ,banyak terdapat perusahaan-perusahaan raksasa (seperti Pertamina,Telkom,PLN) ataupun perusahaan-perusahaan yang lain nya yang menggunakan database Oracle untuk menyimpan dan mengelola data mereka,misalnya,data pelanggan,anggaran akuntansi dan keuangan,dan sebagainya.dan ternyata untuk pengembangan aplikasi web nya pun,mereka menggunakan PHP.Disini saya mencoba untuk berbagi konsep-konsep dasar yang di perlukan dalam mengembangkan aplikasi web menggunakan PHP dan Oracle.
1.Instalasi  Oracle Database XE
Memperoleh software Oracle Database XE
Software Oracle Database XE (Oracle Database 10g Express Edition),Oracle versi gratis dapat anda peroleh di situs Oracle Technology Network:   http://otn.oracle.com/xe.
Melakukan Instalasi Oracle Database XE
Sebelum anda mempelajari Oracle,anda perlu memasang software Oracle Database XE terlebih dahulu,yang akan kita gunakan sebagai sarana untuk mempelajari Oracle dan sebagai server database  pada saat mempelajari materi tentang akses database melalui PHP. Berikut cara-cara nya.

1.Buka direktori Software/OracleXE
2.Jalankan file OracleXEUniv.exe.
3.klik next untuk beralih ke form berikutnya,pilih opsi I accept the terms in teh license agreement,lalu klik next
4.biarkan Oracle di instal pada lokasi default (C:\OracleXE\).Jika anda ingin menentukan direktori lain untuk       tujuan  instalasi,klik Browse dan tentukan direktori yang anda inginkan.lalu klik next untuk melanjutkan.
6.Tentukan password untuk user sys dan system lalu klik next.
7.klik install untuk memulai instalasi.
8.Tunggu beberapa saat sampai semua proses selesai,pada tahap ini yang di lakukan adalah melakukan   instalasi,membuat sekaligus menjalankan service Oracle dan melakukan konfigurasi database.
9.Hilangkan tanda cheklist pada opsi launch the database hompage,lalu klik finish untuk meng akhiri proses instalasi.
Untuk catatan: Pada Oracle Database 10g Expres Edition,database secara otomatis akan di buat dengan nama XE.Dengan demikian kita tidak perlu lagi membuat database secara manual,kita hanya perlu membuat user nya saja.
Membuat User Baru ke dalam Database XE
Untuk keperluan pembelajaran Oracle Essential kita perlu membuat user khusus,tujuannya adalah agar tabel-tabel yang akan di buat nanti tidak tercampur dengan tabel-tabel milik user sys maupun system,caranya adalah sebagai berikut:
1.klik Start / Program / Oracle Database 10g Expres Edition.
2.pilih Go To Database Home page
3.Isikan SYSTEM untuk Username dan masukan password yang anda kehendaki pada saat proses instalasi,lalu klik Login
4.Pilih Administration / Database User / Create User
5.Isikan nama user (misal: Amien) dan tentukan password (dua kali) untuk user tersebut,untuk keperluan pembelajaran,beri tanda cheklist pada opsi DBA( pada bagian Roles:) jika sudah klik create untuk melakukan pembuatan user.
5.Tampak bahwa sekarang dalam database XE terdapat dua user (Amien dan HR)
6,selesai ! klik logout untuk disconnect dari user SYSTEM.

2.Instalasi dan Konfugurasi Apache
Memperoleh software Apache
Apache adalah aplikasi web server yang akan kita gunkan,software versi terbaru dapat anda peroleh disitus resmi Apache:   http:// httpd.Apache/org/.
Melakukan Instalasi Apache
Untuk melakukan instalasi Apache  berikut caranya:
1.Buka direktori software\Apache
2.Jalankan file httpd-2.2.16-win32-x86-openss1-0.9.80.msi.
3.Klik untuk beralih ke form berikut nya.
4.Pilih opsi Iacept the terms in the license agreement,lalu klik next
5.Klik next untuk melanjutkan proses instalasi
6.Isikan Network Domain dan Server Name dengan Localhost
Dan Administrator Email Address dengan me@localhost lalu pilih opsi for All User,lalu klik next
7.Pilih Typical,lalu klik next
8.Klik Change untuk menentukan lokasi instalasi
9.Lalu tuliskan C:\Apache2.2\ pada kotak folder Name,lalu klik OK
10.Klik untuk ke form selanjutnya
11.Klik Install untuk memulai proses instalasi,tunggu beberapa saat sampai muncul form berikut nya
12.Klik Finish untuk mengakhiri proses instalasi.

Melakukan Konfigurasi Apache
Agar software Apache dapat di gunakan sebagai web server dari program-progran PHP yang nanti akan kita buat,kita perlu melakukan sedikit konfigurasi terhadap Apache,bagian ini akan membimbing anda untuk melakukan hal tersebut
1.Klik tombol Start > Progams > Apache HTTP Server 2.2 > Configure Apache Server
2.Pilih Edit the Apache httpd.conf Configuation File
3.Pastikan nilai untuk Document Root adalah sebgai berikut:
            Document Root”C:/Apache2.2/htdocs”
Document Root berfungsi untuk menentukan direktori yang akan di gunakan sebagai tempat anda meletakan file-file kode PHP yang anda buat
4.Ubah nilai Directory Index menjadi seperti berikut:
DirectoryIndex index.php    index.html
5.Carilah bagian (baris 358),tepatnya pada teks berikut:
            Addtype applicaton/x-compress  .z
            Addtype application/x-gzip  .gz  .tgz
Tambahkan teks dibawah ini kedalamnya:
            Addtype application/x-httpd-php   .php
            Addtype application/x-httpd-php   .phtml
            Addtype application/x-httpd-php   .php3
            Addtype application/x-httpd-php   .html
            Addtype application/x-httpd-php   .htm
            Addtype application/x-httpd-php-source   .phps
6.Simpan perubahan yang telah anda buat di dalam file httpd.conf.
7.Restart Apache menggunakan Start > Program > Apache HTTP Server 2.2 > Control Apache Server > Restart.

Menjalankan Server Apache
Untuk menjalankan server Apache,lakukan klik ganda(double) pada icon Apache yang berada pada bagian task bar.pada saat muncul Apache Server monitor,klik Start setelah klik Start bahwa indikasi server telah di aktifkan.
Untuk memastikan server Apache sudah siap untuk di gunakan,coba anda jalankan web browser.lalu tuliskan: http//127.0.0.1/ atau http//localhost/. Jika konfigurasi benar anda akan memperoleh tampilan yang bertuliskan: it work! “





3.Instalasi dan Konfigurasi PHP
Software PHP berfungsi untuk menterjemahkan kode-kode PHP yang kita tulis menjadi suatu halaman web. Software PHP versi terbaru dapat anda peroleh di situs resmi PHP:    http//www.php.net/.
Melakukan Instalasi PHP
Pada bagian ini anda akan mempraktekan cara melakukan instalasi PHP.
1.Matikan service Apache
2.Buka direktori Software\PHP
3.jalankan file php-5.2.14-win32-installer.msi.
4.klik next untuk form selanjutnya
5.Beri tanda cheklist pada opsi I accept the terms in the License aggrement,lalu klik next
6.Tentukan direktori tujuan instalasi,sebgai latihan isikan C:\PHP\ lalu klik next
7.lalu pilih Apache 2.2.x Module,lalu klik next
8.Isikan C:\Apache2.2\conf\.direktori ini adalah tempat file httpd.conf berada,klik next untuk melanjutkan proses
9.Tentukan modul-modul PHP yang akan di instal pastikan pada bagian Extension anda memilih modul tambahan Oracle (10) dan PDO| Oracle 10g Client and above.
10.Klik next untuk beralih ke form selanjutnya
11.lalu klik install untuk memulai proses instalasi,tunggu beberapa saat sampai muncul form berikutnya
12.klik finish untuk mengakhiri proses instalasi PHP.


Melakukan Konfigurasi PHP agar Memiliki Dukungan terhadap Oracle
Untuk melakukan konfigurasi agar PHP memiliki dukungan terhadap Oracle kita harus memodifikasi(merubah) sedikit.Bagian ini akan menunjukan kepada anda untuk melakukan hal tersebut.
1.Jalankan aplikasi Text Editor
2.Buka file php.ini yang ada di direktori C:\PHP
3.Pada baris 342,hilangkan tanda titik koma di depan text sehingga teks akan tampak seperi berikut:
            Eror_reporting = E_ALL & -E_NOTICE
4.Pada baris ke 373,ubah nilai display_errors menjadi On, sehingga teks akan tampak seperti berikut:
            Display_errors = On
5.Pada baris 496,ubah nilai magic_quotes_gpc menjadi On,sehingga teks akan tampak seperti ini:
            Magic_quotes_gpc = On
6.Pada baris 535,isikan nilai doc_root,sehingga tampak seperti ini:
            Doc_root = “C:/Apache2.2/htdocs”    ini adalah bagian terpenting.
7.Simpan perubahan yang anda lakukan pada file php.ini
8.Copy file php5ts.dll dari C:\PHP ke C:\Apache2.2\bin.
9.Restart komputer anda untuk memastikan semua konfigurasi telah terbarui.

Menguji Software PHP dengan membuat Contoh Aplikasi
Untuk menguji apakah software PHP terpasang di komputer anda sudah benar apa belum,anda bisa mencoba membuat kode PHP sederhana.contoh nya sebagai berikut:
1.Jalankan aplikasi text editor (C++)
2.tuliskan kode program berikut ini

3.Simpan file dengan nama welcome.php di dalam direktori C:\Apache2.2\htdocs
4.Jalankan web browser dan masukan alamat berikut ini: http//localhost/welcome.php
5.Jika semua berjalan dengan benar,maka anda akan melihat tampilan sebagai berikut ini:

4.SQL dalam Oracle
Apa itu SQL??
SQL adalah bahasa standar yang di gunakan untuk mengakses data di dalam database relasional,setiap server database relasional atau Relational Database Management System (RDBMS) mendukung SQL untuk mengatur dan mengolah datanya.
Sekarang kita akan mencoba membuat contoh Database Oracle:
Membuat Tabel
Tabel adalah suatu entitas  yang memiliki baris dan kolom,dalam dunia database,baris sering disebut dengan  Row dan kolom disebut dengan field.
Sintaks umum pembuatan tabel dalam Oracle adalah:
CREATE TABLE nama_tabel(
        Nama_field        tipe_data1,
        Nama_field        tipe_data2,
        ...
        Nama_fieldN  tipe_dataN
);

Contoh:
CREATE TABLE demo (
            ID INETGER NOT NULL,
            KETERANGAN VARCHAR2(50),
            CONSTRAINT pk_demo PRIMARY KEY (ID)
);


Perintah diatas akan membuat tabel dengan nama demo ke dalam database,tabel tersebut terdiri dari dua buah kolom(field):ID dan KETERANGAN,yang masing-masing bertipe INTEGER dan VARCHAR dengan lebar maksimum 50 karakter,NOT NULL yang didefinikasikan pada kolom ID menandakan bahwa kolom tersebut tidak boleh kosong,dengan kata lain dalam setiap baris data yang ada kolom teersebut harus diisi nilai,hal lain yang perlu di perhatikan juga dari perinyah diatas adalah pendefinisian constraint,pada perintah tersebut kita mendefinikasikan constarint dengan nama pk_demo,fungsinya adalah menentukan bahwa kolom ID akan di perankan sebagai primary key.
Primary key adalah suatu constarint yang dapat menjamin bahwa setiap baris data dalam suatu tabel harus bersifat unik (nilai nya tidak samaa antara baris satu dengan yang lain nya).
1.Jalankan SQL Command Line dengan Start | Programs | Oracle Database 10g Expres Edition | Run SQL Command Line
2. Login sebagai user yang telah anda buat,







3.Isikan sintaks SQL berikut untuk membuat tabel KATEGORI
            Create table kategori (
            Kategori_ID  Number Not Null,
            Kategori_Nama Varchar2(25),
            Constraint pk_kategori Primary key (Kategori_id)
);




4.Isikan sintaks SQL  berikut untuk membuat tabel PENGARANG
           Create table pengarang (
            Pengarang_ID char (3) Not Null,
            Pengarang_Nama Varchar2 (30),
            Constraint pk_pengarang Primay Key (pengarang_ID)
);



5.Isikan sintaks SQL  berikut untuk membuat tabel PENERBIT
Create Table Penerbit (
Penerbit_Id  Char (4) Not Null,
Penerbit_Nama Varchar2 (50),
Constraint pk_penerbit Primary Key (Penerbit_Id)
);


6.Isikan sinntaks SQL berikut untuk membuat tabel buku
            Create Table Buku (
            Buku_Isbn char(14) Not Null,
            Buku_Judul varchar2 (75),
            Penerbit_Id har (4),
            Buku_tglterbit Date,
            Buku_jmlhalaman Number,
            Buku_Deskripsi Varchar2 (1000),
            Constraint pk_buku Primary Key (Buku_Isbn),
            Constraint fk_buku_penerbit Foreign Key (Penerbit_Id)
            References Penerbit (Penerbit_Id)
);

Mengubah Nama dan Struktur Tabel
Berikut ini beberapa bentuk perubahan yabg di izinkan untuk suatu tabel yang terdapat di dalam database Oracle.
1.Mengubah Nama Tabel
Alter Table nama_table Rename To nama_tabel_baru;
Contoh:
Alter Table demo Rename To demo_oracle
Perintah diatas akan mengubah nama tabel dari demo menjadi demo_oracle
2.Mengubah Nama Kolom
Alter Table nama_tabel1 Rename Column nama_kolom to nama_kolom_baru;
Contoh:
Alter table demo Rename Column keterangan To deskripsi
Perintah diatas akan mengubah nama kolom pada tabel demo,dari keterangan menjadi deskripsi
3.Menambah kolom ke dalam tabel
Alter Table nama_tabel1 ADD (
Nama_kolom_baru1 tipe_data,
Nama_kolom_baru2  tipe_data,
...
);
Contoh:
Alter Table demo ADD (nama varchar2 (30));
Perintah diatas akan menambah kolom pada tabel demo dengan nama ‘nama’ dan tipe data Varchar2(30)

4.Menghapus Tabel
Berikut adalah bentuk umum untuk menghapus suatu tabel dari database
Drop Table nama_tabel1;
Contoh:
Drop table demo;
Perintah diatas akan menghapus tabel demo dari database.
Memanipulasi Data
Setelah pembuatan tabel selesai,prose selanjutnya yang perlu di lakukan dalam bekerja dengan Database adalah mengisikan data ke tabel-tabel tersebut,nantinya  data dalam tabel-tabel tersebut dapat di manipulasi (ditambah,diubah,atau dihapis)sesuai kebutuhan.
Menambah Data ke dalam Tabel
Untuk menambah data ke dalam tabel,kita perlu menggunakan perintah INSERT.Berikut ini bentuk perintah umum penggunaan perintah INSERT
INSERT INTO [nama_kolom1,nama_kolom2,...])
VALUES (nilai_kolom1,nilai_kolom2,..);
Contoh:
Insert Into penerbit (penerbit_Id,penerbit_nama)
            Values(‘PB06’,’Informatika’);
Perintah diatas akan membuat baris data baru ke dalam tabel Penerbit. Dengan perintah tersebut,kolom Penerbit_Id akan diisi nilai ‘PB06’ dan kolom Penerbit_nama dengan nilai ‘Informatika’.
Penulisan nama dan kolom dalam perintah INSERT biasanya di lakukan untuk memasukan data yang terdiri dari beberapa bagian kolom saja,tidak penuh.
Contoh:
1.Isikan sintaks berikut untuk mengisi data ke dalam tabel Kategori:
            Insert Into Kategori ( Kategori_Id, Kategori_Nama)
                        Values  (1, ’Database’);
            Insert Into Kategori(Kategori_Id, Kategori_Nama)
                        Values (2,’ Desain Grafis’);
            Insert Into Kategori ( Kategori_Id, Kategori_Nama)
                        Values (3, ‘Jaringan Komputer’);
            Insert Into Kategori (Kategori_Id, Kategori_Nama)
                        Values (4, ‘Pemrograman’);
            Insert Into Kategori (Kategori_Id, Kategori_Nama)
                        Values (5, ‘Web dan Internet’);
            Insert Into Kategori (Kategori_Id, Kategori_Nama)
                        Values (6, ‘Office Application’);
Perintah di atas akan menampilkan hasil sebagai berikut:


















2.Isikan sintaks berikut untuk mengisi data kedalam tabel PENGARANG
           
 Insert Into Pengarang Values (‘ASW’, ‘Andi Setiawan’);
            Insert Into Pengarang Values (‘BRH’, ‘Budi Raharjo’);
            Insert Inti Pengarang Values (‘BTO’, ‘Beni Tito’);
            Insert Into Pengarang Values (‘DAR’; ‘Dewi Aulia Raharjo’);
Perintah diatas akan memberikan hasil sebgai berikut:















3.Isikan sintaks berikut untuk mengisi data kedalam tabel PENERBIT:
            Insert Into Penerbit Values (‘PB01’, ‘Angkasa Raya’);
            Insert Into Penerbit Values (‘PB02’, ‘Cahaya Ilmu Persada’);
            Insert Into Penrbit Values (‘PB03’, Sinar Ilmu Persada’);
            Insert Into Penerbit Values (PB04’, ‘Intan’);
Perintah diatas akan membrikan hasil sebagai berikut:











4.Isikan sintaks berikut untuk mengisi data kedalam tabel BUKU:
            Insert Into Buku Values (‘222-34222-1-0’, ‘Mudah Belajar Photoshop’,’PB01’,
            To_Date (‘2003/07/02’, ‘YYYY/MM/DD’) , 300,NULL);
            Insert Into Buku Values (‘222-34222-1-1’, ‘Panduan Gratis menggunakan Corel Draw’,’PB02’,
            To_Date (‘2004/03/15’, ‘YYYY/MM/DD’) , 400,NULL);
            Insert Into Buku Values (‘979-96446-9-0’, ‘Menguasai SQL’, ‘PB06’,
            To_Date (2009/10/12’, ‘YYYY/MM/DD’) , 346,NULL);
            Insert Into Buku Values (‘979-96446-9-1’. ‘Panduan Basis Data’,’PB01’,
            To_Date (2007/03/02’, ‘YYYY/MM/DD’) ,257,NULL);
Perintah diatas akan memberikan hasil sebgai berikut:
Mengubah Data di dalam Tabel
Data yang sudah tersimpan didalam suatu tabel dapat diubah sesuai kebutuhan,yaitu dengan menggunakan perintah UPDATE.Berikut ini adalah bentuk umum penggunaan perintah UPDATE.
UPDATE nama_tabel1
    SET nama_kolom1 = nilai1,
           nama_kolom2 = nilai2,
          ......
WHERE kriteria;
Contoh:
Update Penerbit
     Set penerbit_nama = ‘Informatika Bandung’
Where
     Penerbit_Id = ‘PB06’;
Perintah diatas akan mengubah data pada kolom Penerbit_nama di dalam tabel Penerbit,dari ‘Informatika’ menjadi ‘Informatika Bandung’.Perlu di perhatiakan bahwa baris data yang akan diubah hanyalah baris data kolom Penerbit_Id nya bernilai’PB06’.
Berikut ini contoh perintah update yang akan digunakan untuk mengubah beberapa kolom data sekaligus:
            Update Buku
Set
Buku_Judul = ‘Tuntunan Praktis Menggunakan Microsoft Word 2010’,
Buku_Penerbit = ‘PB02’
Where
Buku_ISBN = “999-11555-2-1’;
Perintah diatas akan merubah nilai dari kolom Buku_Judul dan Buku_Penerbit yang terdapat dalam tabel buku dengan nilai baru,Perubahan ini hanya akan di lakukan pada baris data yang memiliki Buku_ISBN sama dengan ‘999-11555-2-1’.
Menghapus Data dari dalam Tabel
Untuk keadaan-keadaan tertentu mungkin saja kita ingin membuang bebera[a baris data yang sudah tidak digunakan dari suatu tabel,untuk melakukan pekerjaan ini kita perlu menggunakn perintah DELETE.
Sintaks umum penggunaan perintah DELETE adalah sebgai berikut:
Delete from nama_tabel1
Where kriteria;
Kriteria berfungsi sebagai filter untuk membatasi atau menentukan data mana saja yang akan di hapus.
Contoh:
Delete from Buku
Where Buku_ISBN  = ‘888-96771-3-5’.
Perintah diatas akan menghapus baris data pada tebel buku yang Kolom Buku_ISBN nya bernilai ‘888-96771-3-5’.
Ingat! Anda harus menyertakan kondisi pada saat menggunakan perintah Delete.mengapa? karena jika kondisi tidak di sertakan maka semua baris data dalam tabel tersebut akan terhapus.
Selain perintah Delete,terdapat cara lain untuk menghapus semua data dalam suatu tabel yaitu dengan menggunakan perintah TRUNCATE.
Sintaks umum penggunaan perintah Truncate adalah sebgai berikut:
Truncate Table nama_tabel1;
Contoh:
Truncate Table Buku;
Maka perintah diatas akan menghapus semua baris data yangterdapat pada tabel Buku.Perintah Truncate lebih cepat daripada perintah Delete,karena pada perintah Truncate sebenarnya tabel di hapus( drop table) terlebih dahulu,kemudian di buat ulang dengan struktur yang sama persis seperti sebelum nya dan data kosong.prose penghapusan dan pembuatan ulang ini dilakukan secara implisit oleh server database oracle.
Membangun Koneksi antara PHP dan Oracle
Untuk membangun koneksi standar kita dapat membut suatu file khusus yang berisi kode sebagai berikut:















Simpan file tersebut dengan nama (misalkan) oraconn.php dan tempatkan di direktori kerja anda.Untuk menguji apakah database oracle dapat dibuat atau tidak,anda dapat memenggil file diatas secara langsung melalui web browser,dengan menuliskan URL http://localhost/php-oracle/oraconn.php.
Jika tidak ada masalah dan benar maka hasil yang akan di peroleh adalah sebgai berikut:


Menampilkan Data dari Database ke Halaman Web
Setelah koneksi berhasil di bangun,langkah selanjutnya yang perlu di lakukan adalah mengakses data di dalam databse,apakah itu untuk di manipulasi atau hanya untuk di tampilkan saja ke dalam halaman web,pada bagian ini kita akan mempraktikan cara mengakses dari database dan menampilkannya ke dalam halaman web.
Contoh:
Berikut ini contoh kode program lengkap yang akan menunjukan konsep atau cara menampilkan data dari suatu tabel di dalam database:

Dan hasil yang akan di berikan adalah sebagai berikut:

Contoh kode latihan Daftar Buku lengkap berikut nya sebgai berikut:

Dan hasil yang akan di berikan adalah sebagai berikut:




































Disini kita akan mencoba membuat latihan aplikasi dan kode lengkapnya sebagi berikut:



Dan hasil yang akan di berikan adalah sebagai berikut:

Kita akan mencoba aplikasi lain nya (misalkan) aplikasi Login,tapi ingat kita harus membuat database nya terlebih dahulu supaya bisa di panggil dan di tampilkan ke halam web.
Contoh membuat database nya:
Create table login (
"username" char (50) not null,
"password" char (40) not null,
primary 
Berikut adalah contoh kode lengkap nya:



Dan hasil yang akan di berikan adalah sebgai berikut:

Disini  kita harus mengisi form username dan password nya terlebih dahulu supaya bisa masuk.
 Dan kode untuk proses login nya adalah sebgai berikut:

Disini kita harus menyertakan kode Index supaya memudahkan dalam melakukan pemnggilan proses login nya
Dan kode lengkap nya sebgai berikut:

Dan hasil yang akan di berikan adalh sebagi berikut:

Kita juga akan mencoba membuat aplikasi yang bisa merubah password,sebelum nya kita harus membuat form nya terlebih dahulu dan kode lengkap nya sebgai berikut:

Dan hasil yang akan diberikan sebagi berikut:

Setelah membuat form nya selesai, pasti kita membutuhkan proses untuk masuk kedalam nya supaya bisa merubah password nya,dan untuk kode lengkap untuk proses change password nya adalah sebgai berikut:

Ingat kita harus mengisi form nya terlebih dahulu,supaya bisa merubah password lama ke password baru,dan hasil yang akan di berikan adalah sebagi berikut:















Disini saya mencoba berbagi ilmu dasar-dasar PHP + Oracle yang telah saya pelajari, bila ada kekurangan atau kurang komplit soal menjabarkan PHP + Oracle saya mohon maaf,untuk pengembangan nya bisa di lakukan sendiri dirumah anda masing-masing,Sekian dan Terima kasih semoga bermanfaat.Aminnn...

Referensi : Buku Belajar Otodidak Pemrograman Web dengan PHP + Oracle
Pengarang : Budi Raharjo
Penerbit: INFORMATIKA