CLIENT SERVER
Dibuat
untuk bahan tugas kuliah STMIK Mercusuar
Mata
Kuliah Sistem Client server
1.Pengertian
Client Server
Client
merupakan sembarang sistem atau proses yang melakukan suatu permintaan data
atau layanan ke server sedangkan server ialah, sistem atau proses yang
menyediakan data atau layanan yang diminta olehclient.
Client-Server
adalah pembagian kerja antara server dan client yg mengakses server dalam suatu
jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri
dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam
suatu jaringan.
Sistem
client server didefinisikan sebagai sistem terdistribusi, tetapi ada beberapa
perbedaan karakteristik yaitu :
1. Servis (layanan)
• Hubungan antara proses yang berjalan pada
mesin yang berbeda
• Pemisahan fungsi berdasarkan ide layanannya
• Server sebagai provider, client sebagai
konsumen
2. Sharing resources (sumber daya): Server bisa
melayani beberapa client pada waktu yang sama, dan meregulasi akses bersama
untuk share sumber daya dalam menjamin konsistensinya.
3. Asymmetrical protocol (protokol yang tidak
simetris ): Many-to-one relationship antara client dan server.Client selalu
menginisiasikan dialog melalui layanan permintaan, dan server menunggu secara
pasif request dari client.
4. Transparansi lokasi: Proses yang dilakukan
server boleh terletak pada mesin yang sama atau pada mesin yang berbeda melalui
jaringan.Lokasi server harus mudah diakses dari client.
5. Mix-and-Match : Perbedaan server client
platforms
6. Pesan berbasiskan komunikasi; Interaksi server
dan client melalui pengiriman pesan yang menyertakan permintaan dan jawaban.
7. Pemisahan interface dan implementasi: Server
bisa diupgrade tanpa mempengaruhi client selama interface pesan yang
diterbitkan tidak berubah.
• Client Server System
• Client / Server Application
2.Perbedaan
Tipe Client-Server
1. File Servers
• File server vendors mengklaim bahwa
mereka pertama menemukan istilah client-server.
• Untuk sharing file melalui jaringan
2. Database Servers
• Client mengirimkan SQL requests
sebagai pesan pada database server,selanjutnya hasil perintah SQL dikembalikan.
• Server menggunakan kekuatan proses
yang diinginkan untuk menemukan data yang diminta dan kemudian semua record
dikembalikan pada client.
3. Transaction Servers
(Transaksi Server)
• Client meminta remote procedures yang
terletak pada server dengan sebuah SQL database engine.
• Remote procedures ini mengeksekusi
sebuah grup dari SQL statement
• Hanya satu permintaan / jawaban yang
dibutuhkan untuk melakukan transaksi
4. Groupsware Servers
• Dikenal sebagai Computer-supported
cooperative working
• Manajemen semi-struktur informasi
seperti teks, image, , bulletin boards dan aliaran kerja
• Data diatur sebagai dokumen
5. Object Application
Servers
• Aplikasi client/server ditulis
sebagai satu set objek komunikasi
• Client objects berkomunikasi dengan
server objects melalui Object Request Broker (ORB)
• Client meminta sebuah method pada
remote object
6. Web Application
Servers (Aplikasi Web Servers)
• World Wide Web adalah aplikasi client
server yang pertama yang digunakan untuk web.
• Client dan servers berkomunikasi
menggunakan RPC seperti protokol yang disebut HTTP.
3.Fungsi
client server
Dalam
konteks basis data, client mengatur interface berfungsi sebagai workstation
tempat menjalankan aplikasi basis data. Client menerima permintaan pemakai,
memeriksa sintaks dan generate kebutuhan basis data dalam SQL atau bahasa yang
lain. Kemudian meneruskan pesan ke server, menunggu response dan bentuk
response untuk pemakai akhir. Server menerima dan memproses permintaan basis
data kemudian mengembalikan hasil ke client.
Proses-proses
ini melibatkan pemeriksaan autorisasi, jaminan integritas, pemeliharaan data
dictionary dan mengerjakan query serta proses update. Selain itu juga
menyediakan kontrol terhadap concurrency dan recovery.
Ada beberapa keuntungan
jenis arsitektur ini adalah :
• Memungkinkan akses basis data yang besar
• Menaikkan kinerja
• Jika client dan server diletakkan pada
komputer yang berbeda kemudian CPU yang berbeda dapat memproses aplikasi secara
paralel. Hal ini mempermudah merubah mesin server jika hanya memproses basis
data.
• Biaya untuk hardware dapat dikurangi
• Hanya server yang membutuhkan storage dan
kekuatan proses yang cukup untuk menyimpan dan mengatur basis data
• Biaya komunikasi berkurang
• Aplikasi menyelesaikan bagian operasi pada
client dan mengirimkan hanya bagian yang dibutuhkan untuk akses basis data
melewati jaringan, menghasilkan data yang sedikit yang akan dikirim melewati
jaringan
• Meningkatkan kekonsistenan
•
Server dapat menangani pemeriksaan
integrity sehingga batasan perlu didefinisikan dan validasi hanya di satu tempat, aplikasi
program mengerjakan pemeriksaan sendiri
• Map ke arsitektur open-system dengan sangat
alami
Berikut ini adalah
ringkasan fungsi client-server
Client
•
Mengatur user interface
•
Menerima dan memeriksa sintaks input dari pemakai
•
Memproses aplikasi
•
Generate permintaan basis data dan memindahkannya ke server
•
Memberikan response balik kepada pemakai
•
Menyediakan akses basis data secara bersamaan
•
Menyediakan kontrol recovery
Server
•
Menerima dan memproses basis data yang diminta dari client
•
Memeriksa autorisasi
•
Menjamin tidak terjadi pelanggaran terhadap integrity constraint
•
Melakukan query/pemrosesan update dan memindahkan response ke client
•
Memelihara data dictionary
Aplikasi
client server
Istilah
arsitektur mengacu pada desain sebuah aplikasi, atau dimana komponen yang
membentuk suatu system ditempatkan dan bagaimana mereka berkomunikasi.
Macam-macam arsitektur
aplikasi Client-Server beserta kelebihan dan kekurangannya yaitu:
1. Standalone
(one-tier)
Pada
arsitektur ini semua pemrosesan dilakukan pada mainframe. Kode aplikasi, data
dan semua komponen sistem ditempatkan dan dijalankan pada host. Walaupun computer
client dipakai untuk mengakses mainframe, tidak ada pemrosesan yang terjadi
pada mesin ini, dan karena mereka “dump- client” atau “dump-terminal”. Tipe
model ini, dimana semua pemrosesan terjadi secara terpusat, dikenal sebagai
berbasis-host. Sekilas dapat dilihat kesalahan pada model ini. Ada dua masalah
pada komputasi berbasis host: Pertama, semua pemrosesan terjadi pada sebuah
mesin tunggal, sehingga semakin banyak user yang mengakses host, semakin
kewalahan jadinya. Jika sebuah perusahaan memiliki beberapa kantor pusat, user
yang dapat mengakses mainframe adalah yang berlokasi pada tempat itu,
membiarkan kantor lain tanpa akses ke aplikasi yang ada.
Pada
saat itu jaringan sudah ada namun masih dalam tahap bayi, dan umumnya digunakan
untuk menghubungkan terminal dump dan mainframe. Namun keterbatasan yang
dikenakan pada user mainframe dan jaringan telah mulai dihapus.
Keuntungan arsitektur
standalone (one-tier):
• Sangat mudah
• Cepat dalam merancang dan mengaplikasikan
Kelemahan arsitektur standalone
(one-tier):
• Skala kecil
• Susah diamankan
•
Menyebabkan perubahan terhadap salah
satu komponen diatas tidak mungkin dilakukan,
karena akan mengubah semua bagian.
• Tidak memungkinkan adanya re-usable
component dan code.
• Cepat dalam merancang dan mengaplikasikan
2. Client/Server (two
tier)
Dalam
model client/server, pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan
server. Client/server adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan
banyakclient dan sebuah server yang dihubungkan melalui sebuah jaringan.
Aplikasi
ditempatkan pada computer client dan mesin database dijalankan pada server
jarak-jauh. Aplikasi client mengeluarkan permintaan ke database yang
mengirimkan kembali data ke client-nya.
Model
Two-tier terdiri dari tiga komponen yang disusun menjadi dua lapisan : client
(yang meminta serice) dan server (yang menyediakan service).
Tiga komponen tersebut
yaitu :
1. User Interface.
Adalah antar muka program aplikasi yang berhadapan dan digunakan langsung oleh
user.
2. Manajemen Proses.
3. Database. Model ini
memisahkan peranan user interface dan database dengan jelas, sehingga terbentuk
dua lapisan.
Kelebihan dari model
client/server
•
Mudah
•
Menangani Database Server secara khusus
•
Relatif lebih sederhana untuk di develop dan diimplementasikan.
•
Lebih cocok diterapkan untuk bisnis kecil.
Server
database berisi mesin database, termasuk tabel, prosedur tersimpan, dan trigger
(yang juga berisi aturan bisnis). Dalam system client/server, sebagian besar
logika bisnis biasanya diterapkan dalam database.
Server database
manangani :
•
Manajemen data
•
Keamanan
•
Query, trigger, prosedur tersimpan
•
Penangan kesalahan
Arsitektur
client/server merupakan sebuah langkah maju karena mengurangi beban pemrosesan
dari komputer sentral ke computer client. Ini berarti semakin banyak user
bertambah pada aplikasi client/server, kinerja server file tidak akan menurun
dengan cepat. Dengan client/server user dair berbagai lokasi dapat mengakses
data yang sama dengan sedikit beban pada sebuah mesin tunggal.
Namun
masih terdapat kelemahan pada model ini. Selain menjalankan tugas-tugas
tertentu, kinerja dan skalabilitas merupakan tujuan nyata dari sebagian besar
aplikasi.
Kekurangan dari model
client/server :
• Kurangnya skalabilitas
• Koneksi database dijaga
• Tidak ada keterbaharuan kode
• Tidak ada tingkat menengah untuk menangani
keamanan dan transaksi skala kecil.
• Susah di amankan.
• Lebih mahal.
3. Three Tier
Arsitektur
Three Tier merupakan inovasi dari arsitektur Client Server. Pada arsitektur
Three Tier ini terdapat Application Server yang berdiri di antara Client dan
Database Server. Contoh dari Application server adalah IIS, WebSphere, dan
sebagainya.
Application
Server umumnya berupa business process layer, dimana bisa didevelop menggunakan
PHP, ASP.Net, maupun Java. Sehingga kita menempatkan beberapa business logic
kita pada tier tersebut. Arsitektur Three Tier ini banyak sekali
diimplementasikan dengan menggunakan Web Application. Karena dengan menggunakan
Web Application, Client Side (Komputer Client) hanya akan melakukan instalasi
Web Browser. Dan saat komputer client melakukan inputan data, maka data
tersebut dikirimkan ke Application Server dan diolah berdasarkan business
process-nya. Selanjutnya Application Server akan melakukan komunikasi dengan
database server.
Biasanya,
implementasi arsitektur Three Tier terkendala dengan network bandwidth. Karena
aplikasinya berbasiskan web, maka Application Server selalu mengirimkan Web
Application-nya ke computer Client. Jika kita memiliki banyak sekali client,
maka bandwidth yang harus disiapkan akan cukup besar, Sedangkan network
bandwidth biasanya memiliki limitasi. Oleh karena itu biasanya, untuk mengatasi
masalah ini, Application Server ditempatkan pada sisi client dan hanya
mengirimkan data ke dalam database server. Konsep model three-tier adalah model
yang membagi fungsionalitas ke dalam lapisan-lapisan, aplikasiaplikasi
mendapatkan skalabilitas, keterbaharuan, dan keamanan.
Kelebihan arsitektur
Three Tier :
• Segala sesuatu mengenai database
terinstalasikan pada sisi server, begitu pula dengan pengkonfigurasiannya. Hal
ini membuat harga yang harus dibayar lebih kecil.
• Apabila terjadi kesalahan pada salah satu
lapisan tidak akan menyebabkan lapisan lain ikut salah
• Perubahan pada salah satu lapisan tidak perlu
menginstalasi ulang pada lapisan yang lainnya dalam hal ini sisi server ataupun
sisi client.
• Skala besar.
• Keamanan dibelakang firewall.
• Transfer informasi antara web server dan
server database optimal.
• Komunikasi
antara system-sistem tidak harus didasarkan pada standart internet, tetapi
dapat menggunakan protocol komunikasi yang lebvih cepat dan berada pada tingkat
yang lebih rendah.
• Penggunaan middleware mendukung efisiensi query
database dalam SQL di pakai untuk menangani pengambilan informasi dari
database.
Kekurangan arsitekture
Three Tier :
•
Lebih susah untuk merancang
•
Lebih susah untuk mengatur
•
Lebih mahal
4. Multi Tier
Arsitektur
Multi Tier adalah suatu metode yang sangat mirip dengan Three Tier. Bedanya,
pada Multi Tier akan diperjelas bagian UI (User Interface) dan Data Processing.
Yang membedakan arsitektur ini adalah dengan adanya Business Logic Server.
Database Server dan Bussines Logic Server merupakan bagian dari Data
Processing, sedangkan Application Server dan Client/Terminal merupakan bagian
dari UI. Business Logic Server biasanya masih menggunakan bahasa pemrograman
terdahulu, seperti COBOL. Karena sampai saat ini, bahasa pemrograman tersebut
masih sangat mumpuni sebagai business process.
Multi-tier
architecture menyuguhkan bentuk three – tier yang diperluas dalam model fisik
yang terdistribusi. Application server dapat mengakses Application server yang
lain untuk mendapat data dari Data server dan mensuplai servis ke client
Application.
Kelebihan arsitektur
Multi tier :
• Dengan menggunakan aplikasi multi-tier
database, maka logika aplikasi dapat dipusatkan pada middle-tier, sehingga
memudahkan untuk melakukan control terhadap client-client yang mengakses middle
server dengan mengatur seting pada dcomcnfg.
•
Dengan menggunakan aplikasi multi-tier, maka database driver seperti BDE/ODBC
untuk mengakses database hanya perlu diinstal sekali pada middle server, tidak
perlu pada masing-masing client.
• Pada aplikasi multi-tier, logika bisnis pada
middle-tier dapat digunakan lagi untuk mengembangkan aplikasi client
lain,sehingga mengurangi besarnya program untuk mengembangkan aplikasi lain.
Selain itu meringankan beban pada tiap-tiap mesin karena program terdistribusi
pada beberapa mesin.
• Memerlukan adaptasi yang sangat luas ruang
lingkupnya apabila terjadi perubahan sistem yang besar.
Kekurangan arsitektur
Multi tier :
• Program aplikasi tidak bisa mengquery
langsung ke database server, tetapi harus memanggil prosedur-prosedur yang
telah dibuat dan disimpan pada middle-tier.
• Lebih mahal
Keunggulan client
server
•
Kecepatan akses lebih tinggi
•
Sistem keamanan & administrasi lebih baik
•
Sistem backup data lebih baik
Kelemahan Client/Server
• Biaya
lebih mahal
• Dibutuhkan komputer dengan spesifikasi
khusus untuk menjadi server
• Ketergantungan terhadap server, jika server
terganggu maka keseluruhan jaringan terganggu
Client server local
& secara geografis
Local Area Network
(LAN)
Local
Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di
dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor
atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu
jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server. Pada jaringan peer to peer,
setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai
workstation maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu
komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai
workstation.
Client server lokal
Sedangkan
LAN secara geografis maksudnya adalah local area network yang mencakup suatu
gedung, bangunan dan lain-lain.
Manfaat LAN.
• Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah
(File Sharing).
• Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua
client (Printer Sharing).
• File-file data dapat disimpan pada server,
sehingga data dapat diakses dari semua client menurut otorisasi sekuritas dari
semua karyawan, yang dapat dibuat berdasarkan struktur organisasi perusahaan
sehingga keamanan data terjamin.
• File data yang keluar/masuk dari/ke server
dapat di kontrol.
• Proses backup data menjadi lebih mudah dan
cepat.
• Resiko kehilangan data oleh virus komputer
menjadi sangat kecil sekali.
• Komunikasi antar karyawan dapat dilakukan
dengan menggunakan E-Mail & Chat.
• Bila salah satu client/server terhubung
dengan modem, maka semua atau sebagian komputer pada jaringan LAN dapat
mengakses ke jaringan Internet atau mengirimkan fax melalui 1 modem.
Sekian
dan terimakasih semoga bermanfaat bagi kita semua.......
Referensi dari ilmu komputer.com